Thursday, May 17, 2012

Kumpulan Puisi Karya Mahasiswa Penerbitan Polimedia 4


TOPENG SERAGAM


Sudah.. Ia hanya boneka!
Bukan ia yang punya kuasa di panggung ini
Dimanakah nilai kebesaran?
Uang yang telah kau agungkan

Beribu-ribu pertanyaan di jiwa
Tak mengungkap tabir yang terduga
Berhentilah berfikir perkara-perkara yang tidak kita inginkan
Jenakan fikiran impian kita

Dimanakah rasa kemanusian?
Sikapmu terhadap ajakan korupsi
Menentukan apakah kamu manusia atau budak syaitan?
Tunjukanlah diri sejatimu di balik topeng seragammu!


BAYANGAN HITAM


Kau memang tidak pernah melihatku
Tapi aku sering melihatmu, di dalam mimpiku
Kau memang tidak pernah mengenalku
Namun rasanya aku sudah mengenalmu, lama sekali

Ketika ku bertemu denganmu
Rasanya seperti berjumpa dengan orang yang sudah lama kurindu
Tapi ku harus menelan tawaku sendiri
Ketika kau tidak mengenaliku

Dalam sekejap aku berpikir
Bahwa dunia ini tidak adil
Aku nyaris tahu seluruh langkah yang akan kau ambil
Namun kau tidak menganggapku ada
Aku bisa melihat kerisauanmu disaat orang lain tidak bisa melihatnya
Namun kau tida mendengarku

Aku tidak tahu apakah langkah kuambil benar, atau tidak
Yang kutahu hanyalah
Aku harus mencari cara untuk bisa meraihmu
Aku tidak peduli hatiku akan terkoyak perlahan
Yang kupedulikan hanyalah
Aku harus mencari cara agar kau mau melihatku

Tapi bagaimana caranya?
Bagaimana caranya aku melakukannya?
Jika aku hanyalah bayangan yang berusaha menjadi lentera
Di dalam hatimu yang penuh kegelapan



DIA


Dia
Mengapa ku bersedih ketika mengingatnya
Ku begitu mencintaimu
Ku begitu menyayanginya

Dia
Setiap ku mendengar suaranya
Seperti embun pagi yang menyejukan jiwa
Menyegarkan kembali hatiku yang hampa

Hanya dia
Yang mampu membutaku mencintai kembali
Tak sanggup ku tanpanya
Tak rela ku ditinggalnya
Datanglah kembali cinta
Aku mash ingin bersamamu
Jalani hari ini bersamamu



TENTANG CINTA
Karya Chairul Umam


Bulan redup hiasi malam
Dengan paksa mencoba terangi
Walau tau hati takkan nyata

Setiap langkah tersirat
Sejuta harap menuju hati yang terkasih
Walau mengerti cinta telah sirna

Nyawa yang tak bernyawa
Merangkaikan jiwa yang telah mati
Walau berkata tidak untuk kehilangan
Raga dia yang ku cinta
Semoga bahagia




SEMANGAT PAGI


Ku buka jendela hatiku menyambut pagi
Sinar terangmu menembus sukmaku
Semangat pagiku terbakar olehmu
Ku persiapkan diri menyambut masa depan

Darah di otakku mulai mengalir
Menyusuri seluruh saraf ditubuhku
Ragaku mulai terbangun
Ternyata aku mulai berfikir
Apa yang akan aku lakukan hari ini?

Semangat pagi akan mengantarku ke suksesan



UANG DAN HIDUP


Bahagia, senyum, tawa
Itu yag terlihat di sudut jalan kota
Menyanyi demi sepeser uang
Beristirahat tak ada artinya

Lihatlah di gedung bertingkat
Tikus-tikus merajalela
Tiada hati nurani
Meraih sekoper uang

Apalah arti uang?
Adakah cinta dibalik uang?
Adakah kebahagiaan bersama?
Hidup itu saling memberi..



RASA


Ingin ku rasanya tak memikirkanmu
Ingin ku rasanya melepasmu
Melupakan semua kenangan

Karna ku tak ingin semakin rapuh
Karna cinta yang semu

Biarlah kau meneruskan jalanmu
Untuk mencari takdir cintamu
Begitu juga denganku
Meneruskan perjalananku
Untuk mencari cinta sejatiku



HATI SELALU TERLUKAI


Angin malam berhembus denga syahdu
Diselimuti dalam hati yang sepi dan terluka
Aku tidak tahu apa yang harus lakukan

Tapia apa, apa yang kau lakukan pada ku
Janji setia yang kita sepakati sejak dulu kau ingkari
Kau hancurkan saja hanya demi kesenanganmu

Kau cerahkan hatiku, dan kau redupkan
Namun walau hati ini sakit karenamu
Aku akan sayang dan cinta untuk selamanya


 
BEGITU INDAH CIPTAANMU


Tuhan, kau ciptakan keindahan di bumi
Kau ciptakan hamparan laut luas
Kau ciptakan pegunungan menawan
Tetapi ciptaanMu yang paling indah….. Ibuku

Ibuku pahlawan bagiku
Rela bertaruh nyawa untukku
Sanggup merawatku sampai saat ini
Dan tak pernah mengeluh

Tuhan, aku ucapkan rasa syukurku
Karena indah ciptaanMu
Kau berikan seorang yang begitu berharga bagiku
Dan kehidupanku



PUJAANKU


Aku hidup hanya sekali
Rasa hati ingin memiliki
Walau banyak rintangan menghadang
Namun bayanganmu melekat dihatiku

Tak terbayangkan hidupku tanpamu
Rasa cemas menghatui selalu
Akankah kau dapat bersamaku?

Kau bagai indahnya malam hariku
Kau bagai sejuknya udara hidupku
Mencoba berlari dari bayanganmu

Jauh ku menghindar, tapi ku tak bisa
Banyak hati menghampiri, tapi ku tak bisa

Indah cinta, indah senyum, serta tawamu
Selalu melekat, serta abadi dihatiku

Inginku, hanya dirimu
Pintaku, hanya cintamu
Tujuanku, hidup bersamamu
Jadilah kau bidadari hatiku



 HILANG


Diam seribu kata penuh makna
Bahasa tak sanggup berkata
Bintang pun tak nampak menghilang

Hati bergejolak dalam bara
Sepi menghantui setiap langkah
Seakan tebing curam menghalau dada

Hilangkan seribu asa, jutaan pelangi
Kelabu menemani senyapnya gelora
Kini hatimu lelap sendiri seakan hilang


PENANTIAN
Karya Intan Fatrina Sari


Ia duduk di pinggir jendela
Dalam diam menunggu kedatangannya
Orang yang ia cinta
Meski tak tahu kapan ia kan kembali

Ia tetap duduk manis menunggu
Tak beranjak sedikit pun
Tak peduli apa pun
Tak peduli selama apa ia kan menunggu

Orang pertama
Hanya itu yang terlintas
Ia ingin menjadi orang pertama
Yang melihat kekasihnya kembali

Mendengar keluh kesahnya
Menghapus air matanya
Mengusir keraguannya
Dan tersenyum kepada kekasihnya

Semua baik-baik saja
Tak akan ada yg berubah
Aku disini
Masih disini
Dan akan selalu ada untukmu


KESEMUAN


Terkadang hidup memang menyenangkan, menyakitkan…. Membosankan
Bosan karena melewati siklus hidup yang tak sesuai rencana
Dunia menciptakan bermacam-macam perasaan, permasalahan, dan keinginan
Perasaan yang tak diinginkan, timbul di saat yang tak tepat

Permasalahan yang tak bisa dihadapi, rasanya selalu timbul
Dan…. Keinginan yang diharapkan tak kunjung datang
Jadi, kapan bisa dikatakan kalau dunia itu indah?

Hal apa yang dapat mengalahkan sakitnya hidup yang dijalani?
Cintakah? Sepertinya tidak!
Atau.. Cinta sejatikah?? Tapi dimana?
Mengapa tak menghampiri hidupku?

Hanya harapan dan pengorbanan yang tak berarti
Yang ku dapati, kuberikan, dan kuhadapi
Kapankah kebahagiaan itu datang?
Akankah datang saat ajal menjemput?
Saat semua orang menangisi kepergianku?
Saat itukah aku akan tahu, bahwa masih ada cinta yang tersisa untukku..



 
MURAM


Menangis engkau tersedu
Di bawah pohon berseru
Tiada hal yang engkau tahu
Mengapa semuanya menjadi tahu

Cahaya yang menerpa wajahmu
Menambah muram dirimu
Untaian angin yang menerpamu
Menambah lemah hatimu

Namun, engkau harus tahu
Dunia tak hanya itu
Masih banyak yang menyayangimu
Tuhan pun tak akan meninggalkanmu

Karena itu
Berdirilah engkau
Songsonglah matahari di depanmu
Dan jagan pernah layu



IBUNDA TERSAYANG


Mama..
Dulu saat aku masih kecil
Engkau selalu merawat aku
Disaat aku senang
Engkau selalu ada disamping aku
Disaat aku sedih
Engkau tetap ada disamping aku

Mama..
Engkau selalu sabar
Melihat tingkah lakuku
Kurang baik

Mama..
Andaikan aku dapat turunkan pelangi
Akan kutulis nama aku dan mama
Kuletakkan kembali ke atas langit sana
Agar semua orang tau betapa
Senangnya aku mempunyai orang tua
Seperti kamu Ma..



DILEMA


Terdiam disudut kamar
Sepi, sunyi, sendiri
Dalam hati kecilku inginkan itu
Tapi tidak, ini salah
Oh, Tuhan..

Di persimpangan jalan aku merenung
Tuhan jalan mana yang harus ku lewati
Sungguh ini pilihan sulit untukku
Aku tak mau ada yang tersaluti

Ketika langit mulai membisu
Aku tetap bergumul dalam anganku
Aku masih bias raih asaku
Mengepatkan sayap ke langit ke tujuh




LUKA


Kehadiranmu
Membuat semuanya begitu indah
Membuat bahagia
Kau segalanya

Kau membuat semuanya
Menjadi sempurna
Membuat semua tentangmu
Sangat menyenangkan

Namun..
Semuanya palsu
Semuanya semu
Bagai mimpi buruk

Luka, ya luka
Luka yang teramat dalam
Membuat segala yang indah
Terhapus oleh luka yang kau berikan


 
AKU


Layaknya malam tanpa bintang..
Seakan bunga tanpa kumbang..
Seperti istana tanpa tiang

Karena hanya ada AKU tanpa KAMU
Karena hanya ada AKU bukan KITA
Bunda



BANGKIT


Impian itu tak selamanya indah
Bagai air yang mengalir bersih
Hidup pun tak selamanya indah
Bagai udara yang selalu sejuk
Tapa polusi yang terasa bagaikan di syurga

Mungkinkah ada jalan yang terbaik
Untuk kita
Dan selamanya selalu bersama
Kisah dan kasih yang menyertai
Kehidupan ini menjadi abadi

Jika ada
Genggamlah, genggamlah tagaku untuk selamanya
Di dalam ruang yang penuh rindu dan kasih sayang


LITTLE BEE
Karya TB. M. Yudi Permana


Sorrow, is your story
Pain, feeling that you had it for years
Blood, always surroundings you wherever you go
War, that never ending in your country

Love, you never been in love
Man, you don’t know man
Lonely, you always been lonely
Future, is absurd for you

Happines and tears
Sacrifice and emotion
Only those words that I can describe you
May your skin is black, but your heart is
Pure like a baby

 
KETIKA TIADA


Awan-awan terselimuti abu
Mawar-mawar merunduk layu
Itulah rasanya
Ketika Tika tiada

Puding coklat yang nyata manis
Layaknya Februari yang tak lagi manis
Menarik tahun kembali, tak mungkin adanya
Tika memang tiada adanya

Bunga-bunga yang ku lewati, ku abaikan keharumannya
Wanita-wanita menggoda, ku abaikan kedatangannya
Semua tak sesama yang pernah ada
Oh, mengapa Tika telah tiada

Tak ada lagi sesuatu yang membuatku tertawa untuk menahan
Lari tingkah lugu datang mengejutkan senyuman
Mereka mengejarku, namun ku tetap berdiam
Oh Tika, megapa kau harus benar-benar tiada



COKLAT MAUT


Coklat, coklat, coklat
Tidakkah engkau tahu
Harum khas adonanmu
Ciri khas kekuatanmu

Coklat, coklat, coklat
Manis khasmu menampar lidah
Rasa membelit mulut
Aromamu menusuk jiwa

Coklat, coklat, coklat
Tampilan sederhanamu
Aura memikatmu
Buat hati jatuh padamu

Coklat, coklat, coklat
Manisnya tutur katamu
Lembutnya suaramu
Ingin rasa ku mengenalmu

No comments:

Post a Comment